
Susukan – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWCNU Susukan kembali menggelar kegiatan keilmuan melalui agenda ngaji kitab kuning yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 21.00 WIB bertempat di TPQ Baitussalam. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah A’wan Syuriah, jajaran Tanfidziyah, serta anggota LBM MWCNU Susukan.
Berbeda dari pengajian pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembacaan kitab, namun lebih menitikberatkan pada musyawarah bersama atas isi kitab yang telah dikaji. Seluruh peserta terlibat aktif dalam mendiskusikan, mengkaji, serta mendalami pemahaman isi kitab secara kolektif, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dan kontekstual.
Acara dipandu oleh Ketua LBM, Ustadz Achmad Baidlowi, yang mengarahkan jalannya musyawarah agar berjalan tertib dan produktif. Dalam forum tersebut, terdapat dua kitab yang menjadi bahan kajian, yaitu Tanbihul Ghafilin dan Fathul Qorib.
Pembacaan kitab Tanbihul Ghafilin disampaikan oleh Bapak Kiai Syaikhudin, yang mengulas tentang empat perkara yang menjadi sebab diterimanya taubat seseorang, yaitu: tidak fudhul (berlebihan dalam berbicara), tidak memiliki sifat hasad dan tidak memusuhi orang lain, tidak melakukan ghibah, serta mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Materi ini kemudian dimusyawarahkan bersama oleh peserta untuk memperdalam pemahaman dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pembacaan kitab Fathul Qorib oleh Ustadz Anwarudin membahas tentang najis dan tata cara pensuciannya. Pembahasan ini juga menjadi bahan diskusi bersama, sehingga peserta dapat memahami secara lebih rinci aspek fikih yang sering dijumpai dalam praktik ibadah sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, LBM MWCNU Susukan berharap dapat terus menghidupkan tradisi bahtsul masail yang mengedepankan musyawarah ilmiah, memperkuat pemahaman keagamaan, serta menjaga nilai-nilai keilmuan khas pesantren di tengah masyarakat.




