
SUSUKAN, BANJARNEGARA — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Susukan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) MWCNU Susukan Tahun 2026 sebagai momentum konsolidasi dan penyusunan arah program kerja organisasi pada Masa Khidmah 2025–2030.
Musyawarah kerja yang diikuti jajaran NU, lembaga, dan badan otonom NU di Kecamatan Susukan tersebut menjadi ruang bersama untuk membicarakan masa depan organisasi, mulai dari penguatan struktur hingga tingkat ranting, pengembangan ekonomi kemasyarakatan, sampai keberlanjutan perjuangan NU melalui bidang pendidikan. fileciteturn0file0L2-L10
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diisi dengan rangkaian pembukaan, sedangkan sesi kedua dilanjutkan dengan sidang komisi yang membahas program kerja dan organisasi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir KH Khozin Amanulloh dan Kiai M. Nur Imam Fathoni, M.Pd. dari jajaran PCNU Banjarnegara. Kehadiran jajaran PCNU tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara MWCNU Susukan dengan PCNU Banjarnegara dalam menjalankan roda organisasi pada periode mendatang. fileciteturn0file0L4-L10
Dari Pembukaan hingga Pesan Penguatan Organisasi
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh Tulus Widoyo, S.Pd. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Faiq Dzaki Ahnaf, generasi muda NU yang disebut lahir dari MTs Ma’arif NU 01 Susukan.
Nuansa religius semakin terasa dengan pembacaan tahlil yang dipimpin KH Ismail Saeri, selaku Wakil Rais Syuriah MWCNU Susukan. Rangkaian berikutnya diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan. fileciteturn0file0L11-L19
Ketua Panitia Musker MWCNU Susukan, Arfin Ali Busthoni, S.E., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya musyawarah kerja tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Musker memiliki jeda yang cukup panjang setelah proses pelantikan pengurus yang dilaksanakan pada akhir tahun 2025. fileciteturn0file0L20-L24

Selanjutnya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Susukan, KH Achmad Amirudin, S.Ag., S.Sos., menyampaikan garis besar arah program kerja yang akan menjadi perhatian organisasi selama lima tahun ke depan.
Ada tiga bidang utama yang mengemuka, yakni penguatan organisasi, ekonomi kemasyarakatan, dan pendidikan.
Ranting Menjadi Poros Penguatan Organisasi

Dalam bidang keorganisasian, MWCNU Susukan menempatkan ranting NU sebagai salah satu poros utama perjuangan organisasi.
Penguatan hingga tingkat ranting menjadi penting agar keberadaan NU semakin dekat dengan masyarakat. Organisasi tidak hanya berjalan di tingkat kecamatan, tetapi juga mampu tumbuh dan bergerak bersama warga di tingkat paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sementara dalam bidang ekonomi kemasyarakatan, MWCNU Susukan mendorong adanya perubahan peran warga Nahdliyin. Warga NU diharapkan tidak hanya menjadi konsumen dalam aktivitas ekonomi, tetapi ke depan mampu mengambil peran lebih besar hingga menjadi bagian dari pemilik dan penggerak pasar.
Adapun di bidang pendidikan, perhatian diarahkan pada keberlanjutan lembaga pendidikan yang telah lahir dari rahim MWCNU Susukan, salah satunya MTs Ma’arif NU 01 Susukan.
Keberadaan lembaga tersebut dipandang sebagai bagian dari ikhtiar melahirkan generasi NU untuk masa mendatang. Bahkan, ke depan MWCNU Susukan memiliki cita-cita untuk tidak berhenti pada jenjang pendidikan yang telah ada, tetapi membuka peluang lahirnya lembaga pendidikan lanjutan. fileciteturn0file0L25-L34
KH Hamid Abdurrahman: Perjuangan Harus Kuat, Tulus, dan Realistis
Pesan penguatan juga disampaikan oleh Rais Syuriah MWCNU Susukan, KH Hamid Abdurrahman.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya niat yang tinggi, kuat, dan tulus dalam menjalankan perjuangan di Nahdlatul Ulama.
Namun, semangat perjuangan tersebut juga perlu dibarengi dengan kemampuan membaca realitas. Pengurus MWCNU Susukan diharapkan mampu menyesuaikan program dengan kondisi lingkungan Kecamatan Susukan, tidak terlalu jauh berangan-angan, serta mampu mensinergikan seluruh potensi dan komponen yang ada.
Dengan pendekatan tersebut, keberadaan MWCNU Susukan diharapkan tidak sekadar terlihat sebagai struktur organisasi, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. fileciteturn0file0L35-L41
PCNU Banjarnegara Tekankan Literasi AD/ART dan Peraturan Perkumpulan
Sementara itu, KH Khozin Amanulloh dari PCNU Banjarnegara menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Kerja MWCNU Susukan Tahun 2026.
Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya literasi dan pemahaman terhadap AD/ART NU serta peraturan perkumpulan yang berlaku pada periode saat ini.
Pemahaman terhadap aturan organisasi menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi agar setiap langkah dan kebijakan tetap berada dalam koridor perkumpulan.
KH Khozin Amanulloh juga menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya Musker MWCNU Susukan. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pesan dari jajaran PCNU Banjarnegara.
Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Achmad Munadzir. fileciteturn0file0L42-L51
Dua Komisi, Satu Semangat Penguatan MWCNU Susukan
Memasuki sesi kedua, peserta mengikuti sidang komisi Musyawarah Kerja MWCNU Susukan yang dipandu oleh Wahyu Nur Hidayat, S.Pd.
Sidang dibagi menjadi dua komisi, yakni Komisi Program Kerja dan Komisi Organisasi.
Komisi A bertempat di gedung selatan MTs Ma’arif NU 01 Susukan. Pesertanya terdiri dari unsur PH Syuriah, PH Tanfidziyah, PH Ranting, dan PH Badan Otonom.
Sementara itu, Komisi B bertempat di masjid dengan peserta dari unsur Mustasyar, Awan Syuriah, Rois dan Katib Ranting, lembaga, serta ketua dan sekretaris badan otonom. fileciteturn0file0L52-L64
Pembagian tersebut menjadi ruang bagi berbagai unsur organisasi untuk menyampaikan pandangan dan membahas arah gerak MWCNU Susukan dalam menjalankan amanah Masa Khidmah 2025–2030.
Seluruh rangkaian sidang Musyawarah Kerja MWCNU Susukan ditutup pada pukul 13.30 WIB. fileciteturn0file0L65-L65
Meneguhkan Khidmah, Menguatkan Manfaat
Musyawarah Kerja MWCNU Susukan Tahun 2026 bukan sekadar agenda organisasi. Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unsur NU di Kecamatan Susukan dalam menerjemahkan semangat khidmah ke dalam program yang nyata.
Penguatan ranting, kemandirian ekonomi warga Nahdliyin, pengembangan pendidikan, serta pengelolaan organisasi yang realistis dan sesuai aturan menjadi bagian dari arah yang mengemuka dalam Musker.
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi seluruh unsur, MWCNU Susukan diharapkan semakin mampu menghadirkan kemanfaatan bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Kecamatan Susukan pada masa khidmah 2025–2030.









Sukses selalu
Semangat Bergerak Bersama” MWC NU Susukan
Sukses untuk MWC NU Susukan
Bagi yang bukan ulama, seperti saya ini, mustinya ber- NU itu, nggolet padange ati , ngalap NURnya ulama- ulama kekasih Allah SWT, poro muassis , orang – orang Shodiqin
Mbah Hasyim dawuh, dalam muqoddimah Qonun Asasi:
قال الله تعالى : يا ايها الذين آمنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين.
Alarm, jika ada rasa kemprungsung, peteng, ruwet dan sejenisnya pertanda terjadi konslet
Semoga MWC susukan mendapatkan ridlo dari para muassis nahdlatul ulama.
Terus melangkah dengan semangat khidmah, mecari pintu berkah dengan wasilah jam iyyah ahlussunah wal jamaah an nahdliyah👍👍👍👍
Selamat untk MWC NU Susukan, lanjut👉mecari pintu berkah dengan wasilah jam iyyah ahlussunah wal jamaah an nahdliyah👍👍👍👍
Kita butuh jam iyyah ahlussunah wal jamaah an nahdliyah👍👍👍👍
Berkah berkah 👍👍👍👍
Berkah
Berkah
Berkah
👍👍👍