Susukan, Banjarnegara — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Susukan resmi menjalin kerja sama dengan LPK Kintaro Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 27 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di TPQ Baitussalam, Desa Karangjati, dengan suasana khidmat dan penuh semangat kolaborasi.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Susukan, perwakilan LPK Kintaro Indonesia, serta tokoh masyarakat setempat. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan lembaga pelatihan kerja dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Penandatanganan MoU dilakukan secara langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Susukan, Ahmad Amirudin, S.Ag., bersama Direktur LPK Kintaro Indonesia. Prosesi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengembangkan program pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan zaman.
LPK Kintaro Indonesia sendiri merupakan lembaga pelatihan kerja yang fokus mendidik dan mempersiapkan calon tenaga kerja untuk disalurkan ke Jepang. Dengan kurikulum berbasis keterampilan, bahasa, dan etos kerja, lembaga ini berperan dalam membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda Indonesia.
Kerja sama ini menegaskan komitmen MWC NU Susukan dalam mewujudkan transformasi di bidang pendidikan dan perekonomian, sebagaimana yang telah dicanangkan dalam program periode 2025–2030. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir berbagai program pelatihan yang mampu meningkatkan keterampilan dan daya saing masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam hal peningkatan kualitas tenaga kerja. Ia berharap program yang dihasilkan nantinya tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, pihak LPK Kintaro Indonesia menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja di Jepang. Program yang dirancang diharapkan dapat membuka peluang kerja baru serta mendorong lahirnya tenaga kerja profesional yang siap bersaing di tingkat global.





